MAKALAH EKONOMI
‘’FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PEMBANGUNAN’’ EKONOMI
OLEH:
KELOMPOK III
BAGUS IZZUL ISLAM
NURSYAFIKA FITRI
ARYA ARIANTI
SRY LALA SILFIANI
NIRWANA
SMA NEGERI 2 BULUKUMBA
Tahun Ajaran 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur tak henti-hentinya kami panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami
berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang
berjudul “FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN EKONOMI”.
Kami mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. Kami
menyadari bahwa Makalah yang kami susun ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.Aamiin.
TANETE,13
Oktober 2017
PENYUSUN
DAFTAR ISI
Kata
pengantar................................................................................................................i
Daftar isi..........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang.................................................................................................1
B.Rumusan
Masalah...........................................................................................1
C.Tujuan
penulisan..............................................................................................1
D.Manfaat
penulisan...........................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.Keahlian...........................................................................................................2
B.Distribusi
pendapatan......................................................................................3
C.Faktor non
ekonomi.........................................................................................5
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan.......................................................................................................8
B.Saran................................................................................................................8
Daftar pustaka.................................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Selama
ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju pembangunan
ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang
belum terpecahkan, seperti: tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian
pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut,
tingkat pendidikan rata-rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang, dan sekelompok kecil
penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan sebagian besar
penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down
tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan
yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan. Pendirian industri-industri
baru dan meningkatnya kegiatan ekspor dan impor akan membawa perubahan dalam
sektor industri dan sektor perdagangan.
B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana
keahlian dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi?
2.Mengapa
distribusi pendapatan dapat berpengaruh pada pembangunan ekonomi?
3.Apa saja faktor non ekonomi yang berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi?
C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui bahwa keahlian dapat mempengaruhi
pembangunan ekonomi.
2.Untuk mengetahui bahwa distribusi pendapatan berpengaruh
terhadap pembangunan ekonomi.
3.Untuk mengetahui bahwa beberapa faktor non ekonomi dapat mempengaruhi
pembangunan ekonomi.
D.Manfaat Penulisan
1.Dapat mengetahui bahwa keahlian atau kewirausahaan dapat
mempengaruhi pembangunan ekonomi.
2.Dapat mengetahui bahwa distribusi pendapatan berpengaruh
terhadap pembangunan ekonomi.
3.Dapat mengetahui bahwa beberapa faktor non ekonomi dapat mempengaruhi
pembangunan ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Keahlian
1.Faktor Produksi Pengusaha Kewirausahaan
Meskipun telah tersedia
faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal, tetapi apabila belum
diorganisasikan dan dikombinasikan dengan baik maka kegiatan produksi tidak
akan berjalan lancar. Oleh karena itu, diperlukan pengusaha sebagai salah satu
faktor produksi untuk memperoleh hasil produksi yang diinginkan.Jadi, faktor
produksi pengusaha diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang untuk
mengorganisasi/mengatur dan mengombinasikan faktor produksi alam, tenaga kerja,
dan modal.Agar produksi dapat berjalan lancar, seorang pengusaha hendaknya
memiliki keahlian berikut.
Faktor
kewirausahaan meliputi 3 faktor keahlian, yaitu antara lain sebagai berikut :
a. Keahlian mengatur
(managerial skill)
Keahlian mengatur
(managerial skill) adalah kemampuan memimpin dan menggunakan setiap kesempatan
yang ada dengan sebaik-baiknya dan berni menanggung resiko.
b. Keahlian bidang teknis (tehnological skill)
Keahlian bidang teknis
(tehnological skill) adalah kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi
sehingga dapat menghasilkan barang/jasa.
c. Keahlian mengorganisasi (organizational skill)
Keahlian mengorganisasi
(organizational skill) adalah kemampuan mengorganisasi berbagai usaha, baik
perusahaan ataupun diluar perusahaan.
2.Ciri-Ciri Faktor Produksi Wirausaha Dalam
Mewujudkan Keahlian
Ciri-ciri faktor produksi
wirausaha adalah antara lain yakni sebagai berikut :
a. Berani mengambil resiko dan percaya diri.
b. Mempunyai kepribadian yang kuat.
c. Ulet dan tidak mudah putus asa.
d. Memiliki keterampilan memimpin, kreatif dan
inovatif.
e. Memiliki sikap mental wirausaha.
f. Mempunyai
kemauan keras dalam tujuan hidup.
g. Memiliki kemampuan untuk mencari informasi.
3.Pembinaan Kewirausahaan Untuk Mewujudkan Keahlian
Jiwa kewirausahaan bukan
merupakan kemampuan yang sudah jadi, artinya seorang pengusaha membutuhkan
proses dan waktu agar jiwa kewirausahaan sungguh sungguh tertanam dalam
dirinya.
Hal hal yang perlu dilakukan
untuk membina kewirausahaan adalah:
a.Membuat program kerja
(Perencanaan) yang jelas dan tepat.
b.Mengadakan pengorganisasian (pengaturan) dan
pengawasan yang ketat terhadap faktor faktor.
B. Distribusi Pendapatan
1. Pengertian Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan
adalah konsep yang lebih luas dibandingkan kemiskinan karena cakupannya tidak
hanya menganalisa populasi yang berada di bawah garis kemiskinan.Kebanyakan
dari ukuran dan indikator yang mengukur tingkat distribusi pendapatan tidak
tergantung pada rata-rata distribusi, dan karenanya membuat ukuran distribusi
pendapatan dipertimbangkan lemah dalam menggambarkan tingkat kesejahteraan.
2. Konsep-Konsep
Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan
nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu
Negara di kalangan penduduknya. Tolak ukur untuk menilai kemerataan distribusi
terdapat tiga tolak ukur yang lazim digunakan, yaitu:
a.Kurva Lorenz
Kurva Lorenz menggambarkan distribusi
komulatif pendapatan nasional dikalangan lapisan – lapisan penduduk, secara
kumulatif pula. Kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal ( semakin lurus)
menyiratkan distribusi pendapatan nasional yang semakin merata. Sebaliknya,
jika kurva Lorenz semakin jauh dari diagonal ( semakin lengkung), maka ia
mencerminkan keadaan yang semakin buruk, distribusi pendapatan nasional semakin
timpang atau tidak merata.
Cara membuat kurva
Lorenz: Jumlah penerima pendapatan
digambarkan pada sumbu horizontal, tidak dalam angka mutlak tetapi dalam
persentase kumulatif. Misalnya, titik 20 menunjukkan 20 persen penduduk
temiskin (paling rendah pendapatannya), dan pada titik 60 menunjukkan 60 persen
penduduk terbawah pendapatannya, dan pada ujung sumbu horizontal menunjukkan
jumlah 100 persen penduduk yang dihitung pendapatannya.
Sumbu
vertikal menunjukkan bangsa pendapatan yang diterima oleh masing-masing
persentase jumlah penduduk. Jumlah ini juga kumulatif sampai 100 persen, dengan
demikian kedua sumbu nitu sama panjangnya dan akhirnya membentuk bujur sangkar.
Sebuah garis diagonal
kemudian digambarkan melalui titik origin menuju sudut kanan atas dari bujur
sangkar tersebut. Setiap titik pada garis diagonal tersebut menunjukkan bahwa
persentase pendapatan yang diterima sama persis dengan persentase penerima
pendapatan tersebut. Sebagai contoh, titik tengah dari diagonal tersebut
betul-betul menunjukkan bahwa 50 persen pendapatan diterima.
b.Rasio Gini
Suatu ukuran yang singkat
mengenai derajat ketidakmerataan distribusi pendapatan dalam suatu Negara bisa
diperoleh dengan menghitung luas daerah antara garis diagonal (kemerataan
sempurna) dengan kurva Lorenz dibandingkan dengan luas total dan separuh bujur
sangkar di mana terdapat kurva lorenz tersebut.
Indeks atau Rasio Gini
adalah suatu koefisien yang berkisar dari angka 0 hingga 1, menjelaskan kadar
kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan nasional.
c.Kritera Bank Dunia
Kriteria ketidakmerataan
versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh
tiga lapisan penduduk, yakni 40% penduduk berpendapatan terendah(penduduk
termiskin), 40% penduduk berpendapatan menengah, serta 20% penduduk
berpendapatan tertinggi (penduduk terkaya). Kemerataan distribusi pendapatan
nasional bukan semata – mata “pendamping” pertumpuhan ekonomi dalam menilai
keberhasilan pembangunan.
Isu kemerataan dan pertumbuhan hingga
kini masih menjadi debat tak berkesudahan dalam konteks pembangunan. Kedua hal
ini berkaitan dengan dua hal lain yang juga setara kadar perdebatannya, yaitu
efektivitas dan efisiensi.
3. Ketidakmerataan
Distribusi Pendapatan
a. Ketidakmerataan pendapatan
nasional
Distribusi
atau pembagian pendapatan antarlapis pendapatan masyarakat dapatditelaah dengan
mengamati perkembangan angka-angka rasio gini.Koefesien gini itu sendiri perlu
dicatat, bukanlah merupakan indikator paling idealtentang ketidakmerataan
distribusi pendapatan antarlapis. Namun setidak-tidaknya ia cukup memberikan
gambaran mengenai kecenderungan umumdalam pola pembagian pendapatan.
Ketidakmerataan
distribusi antarlapisan masyarakat bukan saja berlangsungsecara nasional.Akan
tetapi hal itu dapat terjadi secara spasial.Di Indonesia pembagian pendapatan
relative lebih merata didaerah pedesaan daripada didaerah perkotaan.
Dibandingkan rasio gini antara desa dan kota untuk tahun-tahun yang sama,
koefesien lebih rendah untuk daerah pedesaan.
b. Ketidakmerataan pendapatan
regional
Secara regional atau
antarwilayah, berlangsung pula ketidakmerataandistribusi pendapatan antarlaisan
masyarakat.Bukan hanya itu, diantarawilayah-wilayah di Indonesia bahkan
terdapat ketidakmerataan tingkat pendapatan itu sendiri.Jadi dalam perspektif
antarwilayah, ketidakmerataanterjadi baik dalam hal tingkat pendapatan
masyarakat antar wilayah yang satudengan yang lain, maupun dalam hal distribusi
pendapatan dikalangan penduduk masing-masing wilayah.
Kemiskinan meliputi berbagai
aspek.Kemiskinan sangat terkait dengan kepemilikan modal, kepemilikan lahan,
sumber daya manusia, kekurangan gizi, pendidikan, pelayanan kesehatan,
pendapatan per kapita yang rendah, dan minimnya investasi.Masih banyak variable
kemiskinan yang melekat pada orang miskin. Dengan begitu, konsep kemiskinan
perlu dikembangi karena akan sangat berpengaruh bagi program pengurangan
kemiskinandi daerah berdasarkan corak dan karakteristik kemiskinan itu sendiri
dan penyatuan gerak program pengurangan kemiskinan perku dilakukan, mengingat
selama ini banyak ukuran-ukuran kemiskinan yang dipakai. Misalnya, Scott
(1979:5) melihat kemiskinan dari sisi pendapatan rata-rata per kapita (income
per capite) dan Sen (1981:22) mengkaji kemiskinan dari sudut pandang kebutuhan
dasar (basic needs).
C. Faktor non-Ekonomi
Faktor nonekonomi bersama-sama faktor ekonomi
saling mempengaruhi kemajuan perekonomian.Dalam kenyataan, faktor nonekonomi
pada umumnya, seperti organisasi sosial, budaya, dan politik, mempengaruhi
faktor ekonomi yang dibicarakan di atas.Oleh karena itu, faktor nonekonomi juga
memiliki arti penting di dalam pertumbuhan ekonomi. Menurut Nurkse,
"Pembangunan ekonomi berkaitan dengan peranan manusia, pandangan
masyarakat, kondisi politik, dan latar belakang historis." Di dalam
pertumbuhan ekonomi, faktor sosial, budaya, politik, dan psikologis adalah sama
pentingnya dengan faktor ekonomi. Sebagaimana dikemukakan Prof. Kaldor,
pengkajian terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi, di luar analisa faktor
ekonomi, membawa kita kepada pengkajian terhadap unsur-unsur penentu yang
bersifat psikologis dan sosiologis dalam faktor-faktor ini.Jadi, perubahan
terjadi pada faktor non ekonomi yang pokok di bawah ini.
a. Faktor Sosial
Faktor sosial dan budaya juga mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi.Pendidikan dan kebudayaan Barat membawa ke arah penalaran
(reasoning) dan skeptisisme.Ia menanamkan semangat kembara yang menghasilkan
berbagai penemuan baru dan akhirnya memunculkan kelas pedagang baru. Kekuatan
faktor ini menghasilkan perubahan pandangan, harapan, struktur dan nilai-nilai
sosial.Orang dibiasakan menabung dan berinvestasi, dan menikmati risiko untuk
memperoleh laba. Mereka mengembangkan apa yang oleh Lewis disebut, "hasrat
untuk berhemat," dalam rangka memaksimukan output berdasarkan input
tertentu
b.Faktor Manusia
Sumber
daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi.Pertumbuhan
ekonomi tidak semata-mata tergantung pada jumlah sumberdaya manusia saja,
tetapi lebih menekan pada efisiensi mereka. Menurut Kuznets, penduduk Eropa
meningkat 433 persen antara 1750-1950 sedang penduduk dunia selebihnya
meningkat 200 persen dalam periode itu. Walau penduduk meningkat 5 kali lipat,
GNP per kapita negara-negara Eropa dan negara kaya baru itu naik sebanyak
sepuluh kali lipat.
c. Faktor Politik dan Adminsitratif'
Faktor
politik dan administratif juga membantu pertumbuhan ekonomi modern. Pertumbuhan
ekonomi Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Perancis, merupakan hasil
dari stabilitas politik dan administratif mereka yang kokoh sejak abad ke-19.
Kecuali Amerika Serikat, negara tersebut terlibat langsung di dalam perang
dunia dan hancur berantakan. Namun demikian mereka tetap berderap maju
berdasarkan kekuatan politik dan tradisi administrasi mereka.
d. Susunan dan Tertib hukum
Susunan dan tertib hukum serta
pelaksanaan hukum dan peraturan perundang-undangan yang keliru sering kali
menghambat kemajuan ekonomi, sehingga tidak mendukung terlaksananya pertumbuhan
ekonomi.Sehubungan dengan itu maka hukum harus dilaksanakan secara tertib dan
konsekuen, yang ditujukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.
Faktor – faktor non ekonomi yang lainadalah sebagai berikut:
a.Stabilitas ekonomi dan keamanan negara
Stabilitas ekonomi dan
keamanan negara juga dapat mempengaruhi proses pembangunan ekonomi suatu
negara. hal ini dikarenakan stabilitas ekonomi dan keamanan suatu negara, akan
mempengaruhi kegiatan investasi yang ada dinegara tersebut. Bila suatu negara
mempunyai ekonomi yang stabil dan mempunyai keamanan yang baik maka para
investor akan merasa “aman” untuk berinvestasi di negara tersebut.
b.Pelayanan birokrasi yang memihak masyarakat,
Pelayanan birokrasi akan
berhubungan dengan banyaknya jumlah wirausaha di suatu negara. bayangkan bila
akses birokrasi dalam mendaftarkan usahanya cenderung mudah, maka banyak orang
yang tertarik untuk membuka usaha. Namun bila pada setiap level birokrasi
terdapat pungli – pungli yang memberatkan wirausaha, maka akan mengecilkan
nyali masyarakat untuk membuka usaha. Akibatnya jumlah wirausaha di negara
tersebut kecil dan tidak dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi
nasional.
c.Etos kerja
Di dalam
sektor pembangunan ekonomi, etos kerja berkaitan erat dengan tingkat produktivitas
seseorang.Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik maka dapat menghasilkan
produktivitas yang tinggi.jika tingkat produktivitas tinggi maka dapat
berkontribusi di dalam sektor produksi yang ada di dalam negara tersebut. etos
kerja dalam hal ini, meliputi kedisplinan, tanggungjawab personal, kejujuran
dan sebagainya.
d.Kondisi social masyarakat
Masih ingatkah kamu,
mengenai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia pada 21 Mei 1998? Peristiwa
tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu faktor non ekonomi yang dapat
mempengaruhi pembangunan ekonomi .hal ini dikarenakan pada peristiwa tersebut menimbulkan
masalah multidimensional pada social masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Keahlian
dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi,karena dalam mewujudkan pembangunan
ekonomi yang lebih baik diperlukan pula skill atau keahlian.oleh karena
itu,pengusaha sebagai salah satu faktor produksi harus memiliki keahlian untuk
mencapai hasil yang diinginkan.
2. Distribusi
pendapatan berpengaruh besar dalam pembangunan ekonomi,karena dalam suatu
daerah banyak sekali kasus kemiskinan,hal ini dikarenakan distribusi pendapatan
didaerah tersebut rendah dan dapat menyebabkan terhambatnya pembangunan
ekonomi.
3. Faktor non
ekonomi yang juga berpengaruh pada pembangunan ekonomi yaitu faktor sosial,faktor
manusia,etos kerja dll.hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan para
perlaku produksi yang mempunyai etos kerja yang baik
B. Saran
Apabila dalam masyarakat terdapat beberapa keadaan
dalam sistem sosial dan sikap masyarakat yang sangat menghambat pembangunan
ekonomi, pemerintah haruslah berusaha untuk menghapuskan hambatan-hambatan
tersebut, perombakan, juga perubahan
dalam sikap masyarakat perlu diciptakan.
DAFTAR
PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar