Langsung ke konten utama
Catatan Bedah Buku Alto Makmuralto 
“Dalam Diam Kita Tertindas“
Kalau anda punya pengetahuan yang banyak, maka anda juga akan punya power yang besar”
–Fuko-
Buku Dalam Diam Kita Tertindas pertama kali terbit pada tahun 2010, buku ini menurut penulisnya berisi sejumlah persoalan yang terjadi di sekitar kita dalam lingkup terbatas (lokal), nasional, maupun global. Isu-isu seputar neoliberalisme, kapitalisme global dan semacamnya dibahas dalam buku ini. Tetapi meskipun bukunya sudah lama, semoga semangatnya tetap baru. Tutur Alto memulai.

Alto mulai membincangkan isi bukunya dengan mengutip kalimat Yoseph Stiglis, bahwa dahulu ekonomi harus diregulasi oleh Negara, sementara teori neoliberalisme yang berkembang sekarang ini menekankan Negara tidak boleh ikut campur dalam ekonomi. Pasarlah yang memiliki kuasa penuh dalam urusan ekonomi.

Dalam pengantar diskusi yang disampaikannya, Alto menyinggung sistem pendidikan konservatif yang banyak dianut oleh perguruan tinggi masa kini. Ialah sistem pendidikan yang peserta didiknya banyak dilarang-larang. Dilarang banyak betanya. Ideologi pendidikan kita kata Paulo Freire tidak bertujuan memanusiakan manusia tetapi dicetak menjadi calon tenaga kerja yang baik, yang tidak kritis, yang tidak banyak tanya. “Kalau kampus masih mempertahankan sistem pendidikan konservatifnya maka di masa depan kita akan kesulitan menemukan orang-orang kreatif dalam segala bidang yang lahir dari kampus.”

Menyadari hal itu, mahasiswa mulai mencari ‘kegiatan’ lain di luar urusan akademik, misalnya berorganisasi/berlembaga. Namum, dorongan ini anehnya muncul bukan karena dorongan dari kampus/institusi tetapi muncul dari kegelisahan personal sehingga terjadi ‘penyimpangan-penyimpangan akademis’.

Alto juga menuturkan hasil pengamatannya tentang mengapa pelaku di dunia pendidikan senantiasa bertolak belakang dengan pikiran dan gerakan-gerakan mahasiswa aktivis. Ialah sebab sistem berpikir mahasiswa aktivis menggunkana sistem berpikir alternatif, kritis dan tidak linear (mainstream). Sementara dunia pendidikan kita tidak terbiasa dengan pikiran linear. Alto tak lupa mengatakan bahwa brutalisme tidak punya kaitan dengan mahasiswa, hal tersebut terjadi secara spontan, bukan dari oknum mahasiswa.

Masih di bagian pengantar diskusi, Alto menyebutkan tiga prasyarat kemajuan peradaban. Sebuah bangsa akan meraih kemajuannya bila memenuhi tiga prasyarat, yakni:
1.      Stabilitas politik
2.      Stabilitas ekonomi
3.      Adanya semangat partisipatif dari masyarakat sipil

Prasyarat ketiga dijelaskan lebih dalam olehnya. Bahwa masyarakat sipil harus kuat. Harus berpengetahuan. Kalau masyarakat sipil kurang informasi maka keberdayaan masyarakat sipil akan miskin.

“Salah satu manfaat organisasi mahasiswa adalah sebagai tempat mendapatkan pengetahuan, memperkaya informasi, sehingga suatu saat bisa berkonsentrasi real di masyarakat.” Tutur Alto. Oleh karena itu mahasiswa perlu mengakses pengetahuan secara beragam. “Penyakit kalangan aktivis masa kini ialah miskin bacaan, miskin literasi, sehingga gampang gerakannya dipatahkan karena tidak kuat landasan teoritisnya. Mahasiswa tidak kuat lagi membaca buku-buku berat.” Problem dasar mahasiswa sekarang lebih banyak menggunakan berita TV untuk menganalisis persoalan.


Alto Membincang Gerakan Sosial Baru
Sudah saatnya gerakan mahasiswa (sosial) perlu realistis. Teori-teori gerakan sosial perlu ditafsirkan dalam konteks keIndonesiaan sehingga tidak serta-merta mengadopsi teori-teori gerakan radikal dari luar. Setidaknya ada dua ‘perlu’ yang dituturkan Alto dalam hal ini, yakni:
Ø  Perlu gerakan mahasiswa/sosial tidak mengopy-paste pola-pola gerakan lama ke jaman sekarang, harus ada pengembangan, refleksi dan kreatifitas.
Ø  Perlu diadakan model-model demonstrasi yang kreatif, dievaluasi keberhasilannya sebab “gerakan sosial yang berhasil adalah gerakan sosial yang bisa merebut hati rakyat”

Untuk mewujudkan dua ‘perlu’ di atas ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Ø  Pola/model perlu dirancang secara kreatif

Ø  Budaya diskusi di kampus ha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL PERPAJAKAN

1.       Jelaskan pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 2.       Jelaskan pengertian pajak bumi dan bangunan 3.       Jelaskan pengertian Pph pasal  21 4.       Tuliskan 4 fungsi Pajak 7.       Ahmad Zakaria pada tahun 2017 bekerja pada perusahaan PT Zamrud Abadi dengan memperoleh gaji sebulan Rp 10.000.000,00. Ahmad Zakaria menikah tetapi belum mempunyai anak.  8.       Di ketahui Pak Jaya yang bekerja sebagai pegawai negeri yang memiliki penghasilan Rp. 8.000.000,00 perbulannya. Akan tetapi Pak Jaya belum menikah sehingga belum mempunyai anak. Hitung besar pajak penghasilan yang harus dibayar perbulannya! 9.       Pak Roni yang bekerja sebagai Direktur perusahaan dengan gaji perbulannya Rp. 9.000.000,00. Dan Ia sudah mempunyai istri namun belum memiliki anak. Be...

transaksi

Transaksi selama bulan september 2013 yang terjadi pada perusahaan "MICHEL" sebagai berikut                                                                                                                                                         ...