Langsung ke konten utama

Faktor Ekonomi dalam Pembangunan Ekonomi

FAKTOR EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Kemajuan dan perkembangan perekonomina suatu negara bisa dilihat dari pembangunan yang dilakukannya. Pembangunan ekonomi adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya kenaikan dari pendapatan total serta kenaikan pada pendapatan perkapita yang dibandingkan dengan terjadinya pertambahan penduduk yang disertai dengan pertumbuhan negara dibarengi dengan adanya perubahan fundamental yang mendasar pada tatanan struktur perekonomian suatu negara. Perlu anda ketahui bahwasannya pembangunan ekonomi tidak akan terlepas dari yang namanya pertumbuhan ekonomi. Keduanya memiliki hubungan yang erat sehingga saling mempengaruhi satu sama lain. Ketika perekonomian suatu negara tumbuh dan berkemabng dengan pesat maka pembangunan yang dilakukannya semakin baik dan maksimal
Tentu keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara didukung dengan beberapa fakto penunjang. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai faktor pembangunan ekonomi yakni :
1.      Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan ekonomi, tanpa adanya sumber daya alam mustahil akan terjadi pembangunan. Perlu kita ketahui bersama bahwasannyan sumber daya alam dibagi menjadi dua yakni sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam dalam perekonomian berperan sebagai bahan dasar untuk setiap produksi yang dilaksanakan, sumber daya alam menjadi salah satu pemasok bahannya. Hal ini menunjukkan bahwasannya keberadaan sumber daya alam menjadi sangat penting karena tanpa adanya sumber daya alam maka suatu negara akan kebingungan dan mencari bahan ke luar negeri dan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit, maka dari itulah dengan tersedianya sumber daya lam yang memadai maka mereka akan menghemat pengeluaran dan membuat produksinya optimal sehingga pembangunan ekonomi akan terlaksana dengan baik.
2.      Sumber Daya Alam
Bukan hanya sumber daya alam yang penting, namun ada satu aspek pendamping yang tak kalah pentingnya yakni sumber daya manusia. manusialah yang menjadi pengelola sumber daya alam yang awalnya mentah menjadi setengah jadi maupun barang jadi. Bukan hanya itu tenaga manusia diperlukan untuk melaksnakan segala kegiatan yang menunjang pembangunan perekonomian. Tentu tidak semua manusia yang bisa dijadikan sebagai agen pembangunan, namun memerlukan manusia-manusia yang memiliki kompeten dan keseriusan dalam melaksnakan kegiatan dan tugasnya. Mengapa butuh manusia yang berkopenten dan berpotensi, karena jika tenaga manusianya tidak memiliki kompeten maka mereka akan kesulitan dalam mengelola sumber daya yang ada dan hal ini malah akan membuat kerugian bagi suatu negara.

3.      IPTEK
Ilmu pengetahun dan teknologi menjadi sebuah pelengkap bagi sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam dengan efektif dan efisisien. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua unsur yang berbeda namun bergabung menjadi satu membentuk satu kesatuan yang penting bagi sebuah pembangunan ekonomi. Ilmu pengetahuan perlu dimiliki dan dikuasai oleh manusia sesuai dengan bidangnya, karena di dalam ilmu pengetahuan terdapat berbagai cara dan taktik dalam mengelola sumber daya alam yang ada agar lebih efektif dan efisien. Selain itu ilmu pengetahuan juga menjadi petunjuk dalam segala tindakannya. Kemudia teknologi juga menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan dalam proses pengolahan sumber daya alam

4.      Sumber Daya Modal
Faktor ekonomi penting kedua dalam pertumbuhan ialah akumulasi modal. Modal berarti persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat direproduksi. Apabila stok modal naik dalam batas waktu tertentu, hal ini di sebut akumulasi modal atau pembentukan modal. Dalam ungkapan Professor Nurkse, "Makna pembentukan midal ialah, masyarakat tidak melakukan keseluruhan kegiatannya saat ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumsi yang mendesak, tetapi mengarahkan sebagian daripadanya untuk pembuatan barang modal, alat-alat dan perlengkapan, mesin dan fasilitas pengangkutan, pabrik, dan peralatannya." Dalam arti ini pembentukan modal merupakan investasi dalam bentuk barang-barang modal yang dapat menaikkan stok modal, output nasionaldan pendapatan nasional. Jadi, pembentukan modal merupakan kunci utama menuju pembangunan ekonomi.
     Proses pembentukan modal bersifat kumulatif dan membiayai diri sendiri serta mencakup tiga tahao yang saling berkaitan: (a) keberadaan tabungan nyata dan kenaikannya; (b) keberadaan lembaga keuangan dan kredit untuk menggalakkan tabungan dan menyalurkannya ke jalur yang dikehendaki; (c) mempergunakan tabungan untuk investasi barang modal.
     Pembentukan modal merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi. Di satu pihak ia mencerminkan permintaan efektif, dan di pihak lain ia menciptakan efisiensi produkstif bagi produksi di masa depan. Pembentukan modal mempunyai arti penting khusus bagi negara kurang berkembang (LDC). Proses pembentukan modal menghasilkan kenaikan output nasional dalam berbagai cara. Pembentukan modal diperlukan untuk memenuhi permintaan penduduk yang meningkat di negara itu. Investasi di bidang barang modal tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga kesempatan kerja. Pembentukan modal ini pula yang membawa ke arah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi pada gilirannya membawa ke arah spesialisasi dan penghematan dalam produksi skala luas. Pembentukan modal membantu usaha penyediaan mesin, alat dan perlengkapan bagi tenaga buruh yang semakin meningkat. Penyediaan overheadsosial dan ekonomi seperti pengangkutan, sumber tenaga, pendidikan dan sebagainya di negara bersangkutan dimungkinkan melalui pembentukan modal ini juga. Pembentukan modal ini pula yang membawa ke arah penggalian sumber akam, industrialisasi dan ekspansi pasar yang diperlukan bagi kemajuan ekonomi. Menurut Lewis, laju pembentukan modal di LDC adalah sebesar 5 persen atau kurang, yang harus dinaikkan menjadi 12 sampai 15 persen. Perkiraan Kuznets mengungkapkan, selama pertumbuhan ekonomi modern pembentukan modal bruto di negara maju berkisar di sekitar 11-13 sampai 20 persen atau lebih, sedang pembentukan modal netto adalah dari 6 sampai 12-14 persen.
      Menurut Kuznets, rasio modal output marginal (ICOR = Incremental capital-output ratio; incremental = marginal) juga memainkan peranan penting dalam petumbuhan ekonomi modern. ICOR tersebut menggambarkan produktivitas modal. Perkiraan Kuznets mengungkapkan bahwa sebelum PD I dan antara 1890-1950, ICOR tersebut naik di sembilan negara maju, kecuali Italia. Di Jepang ratio bruto demikian meningkat dari 2,9 menjadi 4,3 di Swedia dari 4,1 ke 5,5 dan di AS dari 5,1 ke 6,5.
     Di pihak lain, ICOR di LDC begitu rendah lantaran kurangnya modal dan rendahnya kapasitas produksi. Di negara seperti itu, rasio modal-output harus ditingkatkan. Tetapi di negara terbelakang padat-penduduk, kenaikan output per kapita berkaitan dengan kenaikan dalam rasio modal-buruh. Negara yang hendak meningkatkan rasio modal-buruhnya harus menghadapi dua problema. Pertama,rasio modal- buruh jatuh karena jumlah penduduk naik. Oleh karena itu, untuk mengatasi penurunan rasio modal buruh, diperlukan jumlah investasi netto yang lebih besar - yang di negara terbelakang hal ini tidaklah mungkin. Kedua, apabila penduduk meningkat dengan kecepatan tinggi, tabungan yang memadai bagi jumlah yang diperlukan untuk investasi sulit dicapai karena rendahnya pendapatan per kapita di negara-negara seperti itu. Walaupun demikian, laju pembentukan modal tersebut dapat dipercepat dengan mendorong tabungan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Bedah Buku Alto Makmuralto  “Dalam Diam Kita Tertindas“ Kalau anda punya pengetahuan yang banyak, maka anda juga akan punya power yang besar” –Fuko- Buku Dalam Diam Kita Tertindas pertama kali terbit pada tahun 2010, buku ini menurut penulisnya berisi sejumlah persoalan yang terjadi di sekitar kita dalam lingkup terbatas (lokal), nasional, maupun global. Isu-isu seputar neoliberalisme, kapitalisme global dan semacamnya dibahas dalam buku ini. Tetapi meskipun bukunya sudah lama, semoga semangatnya tetap baru. Tutur Alto memulai. Alto mulai membincangkan isi bukunya dengan mengutip kalimat Yoseph Stiglis, bahwa dahulu ekonomi harus diregulasi oleh Negara, sementara teori neoliberalisme yang berkembang sekarang ini menekankan Negara tidak boleh ikut campur dalam ekonomi. Pasarlah yang memiliki kuasa penuh dalam urusan ekonomi. Dalam pengantar diskusi yang disampaikannya, Alto menyinggung sistem pendidikan konservatif yang banyak dianut oleh perguruan tinggi ma...

SOAL PERPAJAKAN

1.       Jelaskan pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 2.       Jelaskan pengertian pajak bumi dan bangunan 3.       Jelaskan pengertian Pph pasal  21 4.       Tuliskan 4 fungsi Pajak 7.       Ahmad Zakaria pada tahun 2017 bekerja pada perusahaan PT Zamrud Abadi dengan memperoleh gaji sebulan Rp 10.000.000,00. Ahmad Zakaria menikah tetapi belum mempunyai anak.  8.       Di ketahui Pak Jaya yang bekerja sebagai pegawai negeri yang memiliki penghasilan Rp. 8.000.000,00 perbulannya. Akan tetapi Pak Jaya belum menikah sehingga belum mempunyai anak. Hitung besar pajak penghasilan yang harus dibayar perbulannya! 9.       Pak Roni yang bekerja sebagai Direktur perusahaan dengan gaji perbulannya Rp. 9.000.000,00. Dan Ia sudah mempunyai istri namun belum memiliki anak. Be...

transaksi

Transaksi selama bulan september 2013 yang terjadi pada perusahaan "MICHEL" sebagai berikut                                                                                                                                                         ...